You are currently viewing Laporan Perang Ukraina: Proyek Nightfall – Inggris Berlomba Kembangkan Rudal Balistik untuk Kyiv

Laporan Perang Ukraina: Proyek Nightfall – Inggris Berlomba Kembangkan Rudal Balistik untuk Kyiv

Pemerintah Inggris resmi memulai langkah baru dalam mendukung Ukraina dengan mengembangkan rudal balistik serangan jarak jauh. Program ini diberi nama Nightfall dan ditujukan untuk memperkuat kemampuan serangan Kyiv di tengah perang yang telah memasuki hari ke-1.419.

Melalui Kementerian Pertahanan Inggris (Kementerian Pertahanan Inggris), pemerintah mengumumkan telah membuka kompetisi industri untuk merancang dan memproduksi prototipe rudal balistik berbasis darat dalam waktu 12 bulan. Rudal Nightfall dirancang mampu membawa hulu ledak seberat 200 kilogram dengan jangkauan lebih dari 500 kilometer.

Dalam pernyataannya, MoD menjelaskan bahwa rudal tersebut dapat diluncurkan dari berbagai jenis kendaraan, menembakkan beberapa rudal secara beruntun, lalu berpindah posisi dalam hitungan menit. Kemampuan ini memungkinkan pasukan Ukraina menyerang target militer strategis sebelum pasukan Rusia sempat memberikan respons balasan.

Sebanyak tiga konsorsium industri akan dipilih dan masing-masing menerima dana sebesar £9 juta untuk merancang, mengembangkan, serta mengirimkan tiga unit awal rudal Nightfall guna menjalani uji tembak. Saat ini, Ukraina mengandalkan rudal ATACMS buatan Amerika Serikat serta rudal Sapsan yang dikembangkan secara domestik.

Serangan Rusia Kembali Guncang Kyiv

Sementara itu, Rusia kembali melancarkan serangan ke Kyiv pada Senin pagi. Militer Ukraina melaporkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil diaktifkan untuk menghadapi target yang datang, meski kebakaran dilaporkan terjadi di setidaknya satu distrik.

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Timur Tkachenko, menyatakan bahwa situasi di ibu kota masih genting. Lebih dari 1.000 gedung apartemen dilaporkan belum mendapatkan pemanas setelah pemboman Rusia pada Jumat lalu yang menargetkan infrastruktur energi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa meskipun perbaikan telah dilakukan, kondisi di banyak wilayah, khususnya daerah perbatasan, masih sangat sulit akibat cuaca dingin ekstrem.

Reaksi Internasional dan Eskalasi di Laut Kaspia

Dari Vatikan, Paus Leo menyampaikan doa dan keprihatinannya terhadap penderitaan rakyat Ukraina. Ia menegaskan bahwa serangan serius terhadap infrastruktur energi sangat berdampak pada warga sipil, terutama saat musim dingin semakin memburuk, serta kembali menyerukan penghentian kekerasan dan peningkatan upaya perdamaian.

Di sisi lain, militer Ukraina mengklaim telah menyerang tiga anjungan pengeboran minyak milik perusahaan Rusia Lukoil di perairan Laut Kaspia. Serangan ini disebut bertujuan melemahkan sumber pendapatan ekspor minyak Tuna55 yang digunakan untuk mendanai perang.

Moskow, sementara itu, melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak Ukraina di kota Voronezh menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Leave a Reply