Semen Padang FC mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan musim mereka di BRI Super League 2025–2026. Manajemen Kabau Sirah memutuskan melakukan perombakan besar dalam komposisi tim menjelang dimulainya putaran kedua kompetisi, menyusul hasil buruk yang menempatkan klub di zona degradasi.
Paruh Musim Berakhir
Hingga paruh musim berakhir, Semen Padang FC masih tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara. Dari 17 pertandingan yang telah dijalani, tim hanya mampu mengoleksi tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan 13 kekalahan. Catatan tersebut mendorong manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.
Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, menegaskan bahwa perubahan komposisi pemain menjadi langkah penting demi memperbaiki hasil di paruh kedua musim.
Kami melakukan evaluasi total. Untuk putaran kedua, mayoritas pemain yang kami turunkan merupakan wajah baru dengan harapan bisa membawa perubahan signifikan, ujar Hermawan di Padang, Jumat (16/1/2026).
Menyusun Ulang Kekuatan Tim Semen Padang
Dalam menyusun ulang kekuatan tim, Semen Padang FC mendatangkan sejumlah pemain asing untuk memperkuat beberapa lini krusial. Klub merekrut Ravy Tsouka dari UTA Arad (Rumania), Kianz Froese asal Kanada yang sebelumnya bermain untuk Valour FC, serta Boubakary Diarra, pemain asal Prancis yang musim lalu memperkuat PSIS Semarang.
Tak hanya itu, manajemen juga mengamankan jasa Jaime Giraldo dan masih menjajaki peluang mendatangkan Kazaki Nagawa, pemain asal Jepang, guna menambah variasi permainan tim. Di posisi penjaga gawang, Kabau Sirah meminjam Rendy Oscario Sroyer dari Persebaya Surabaya.
Rendy sendiri bukan sosok asing bagi Semen Padang FC. Ia merupakan produk asli akademi klub sejak 2013 dan sempat menembus tim senior pada 2017 sebelum melanjutkan karier ke klub lain. Kepulangannya diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepemimpinan di lini belakang.
Selain membenahi komposisi pemain, Semen Padang FC juga menyusun agenda uji coba sebagai bagian dari persiapan. Salah satu rencana yang tengah dimatangkan adalah laga persahabatan internasional melawan Pohang Steelers, klub papan atas Korea Selatan. Uji coba melawan tim-tim lokal juga akan digelar untuk menguji skema permainan baru Tuna55.
Manajemen optimistis, kombinasi perombakan skuad dan program persiapan yang matang dapat membantu Semen Padang FC keluar dari tekanan degradasi.
Kami percaya tim ini masih punya peluang untuk bangkit. Dukungan penuh dari suporter tentu sangat kami harapkan, tutup Hermawan.