You are currently viewing Badai Musim Dingin Terjang Amerika Serikat, Listrik Padam dan Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Badai Musim Dingin Terjang Amerika Serikat, Listrik Padam dan Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Badai besar musim dingin melanda wilayah luas di Amerika Serikat pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu pemadaman listrik berskala besar, pembatalan ribuan penerbangan, serta penutupan sejumlah jalan dan bandara utama. Kondisi tersebut membuat akhir pekan warga di berbagai negara bagian berubah menjadi situasi darurat.

Gangguan Transportasi dan Listrik Meluas di Puluhan Negara Bagian

Menurut laporan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS), badai musim dingin ini membawa kombinasi salju lebat, hujan beku, serta lapisan es berbahaya yang membentang dari Texas bagian timur hingga North Carolina. Kombinasi cuaca tersebut dinilai sangat berisiko karena dapat menyebabkan jalanan licin, kecelakaan lalu lintas, serta kerusakan pada jaringan listrik akibat tertimpa es dan angin kencang.

NWS juga memperingatkan bahwa badai ini berpotensi semakin memburuk, terutama di wilayah selatan AS yang jarang mengalami cuaca dingin ekstrem. Infrastruktur di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi badai salju tebal dan suhu beku. Akibatnya, pemadaman listrik berlangsung lebih lama di sejumlah daerah, sementara upaya perbaikan terkendala oleh kondisi cuaca yang belum bersahabat.

Status Darurat Ditetapkan, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Sektor transportasi udara menjadi salah satu yang paling terdampak. Dalam satu hari, ribuan penerbangan dilaporkan dibatalkan atau mengalami penundaan. Bandara-bandara besar di wilayah timur dan tengah AS terpaksa mengurangi operasional demi keselamatan penumpang dan kru. Penumpukan penumpang tak terhindarkan, dengan banyak pelancong harus menginap di bandara atau menunda perjalanan mereka hingga cuaca membaik.

Pemerintah daerah merespons cepat situasi ini. Sedikitnya 21 negara bagian telah menetapkan status darurat, yang memungkinkan otoritas setempat menutup fasilitas umum, meliburkan sekolah, serta mengerahkan sumber daya tambahan. Status tersebut juga membuka peluang bagi pemerintah negara bagian untuk meminta bantuan federal apabila dampak badai semakin meluas.

NWS memperkirakan bahwa badai ini masih akan berlanjut hingga awal pekan. Bahkan, ketebalan salju di beberapa wilayah diprediksi mencapai tingkat ekstrem. Di New York City, akumulasi salju disebut berpotensi menembus 14 inci pada Senin, 26 Agustus 2026, yang disebut sebagai jumlah salju tertinggi sejak 2021. Warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas cuaca setempat. Tuhttps://tuna55blackmagic.org/accessibility/na55

Leave a Reply