Seorang anak perempuan berinisial RM (9) dilaporkan tertabrak Kereta Api Pangrango 227 relasi Sukabumi–Bogor pada Jumat (9/1/2026). Peristiwa tragis tersebut terjadi di Km 14+9, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 16.10 WIB.
Kapolsek Cijeruk, Kompol Uba Subroto, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika korban bermain di sekitar rel kereta api bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, RM diduga kehilangan fokus saat mengejar layangan yang putus hingga tidak menyadari kereta yang melintas.
“Anak-anak sedang main layangan sore hari. Menurut keterangan saksi, korban kemungkinan kurang fokus saat mengejar layangan, lalu tertabrak kereta,” ujar Kompol Uba Subroto dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Kondisi Terkini Korban
Usai kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Ciawi dalam kondisi terluka namun masih bernapas. Kompol Uba meminta doa dari masyarakat agar RM dapat melewati masa kritisnya.
“Korban dibawa ke rumah sakit. Informasinya masih bernapas, mohon doa untuk kesembuhannya,” tambahnya.
Sementara itu, PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan keprihatinan atas kembali terjadinya insiden yang melibatkan warga di jalur kereta api.
Rel Bukan Ruang Publik
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa jalur rel kereta api bukanlah area untuk beraktivitas masyarakat dan memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi.
“Kami kembali mengingatkan bahwa berada di jalur kereta api, baik berjalan kaki, melintas, maupun melakukan aktivitas apa pun, sangat membahayakan keselamatan jiwa. Jalur rel bukan ruang publik,” tegas Franoto dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, setelah insiden terjadi, petugas KAI segera melakukan pengamanan jalur dan pemeriksaan rangkaian. Setelah dipastikan aman, KA Pangrango kembali melanjutkan perjalanan menuju Bogor.
KAI mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel, mengingat kereta api Tuna55 tidak dapat berhenti mendadak.