Endapan Tanah dan Batu Besar Sisa Banjir di Gayo Lues, Alat Berat Ditambah – Upaya dalam pemulihan jalur lintas Gayo Lues–Aceh Timur
pascabencana banjir bandang dan tanah longsor terus dipercepat. Untuk mengoptimalkan pekerjaan di lapangan,
pemerintah menambah dua unit alat berat jenis ekskavator.
Berdasarkan laporan Antara pada Minggu (1/2/2026), dua truk pengangkut ekskavator terlihat menuju Desa Gajah,
Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Lokasi tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kabupaten dan
menjadi salah satu titik prioritas penanganan.
Kondisi Jalan di Gayo Lues Masih Dipenuhi Material Bencana
Akses menuju wilayah terdampak kini sudah dapat dilalui, meski di sejumlah titik masih ditemukan sisa longsoran tanah dan
batu berukuran besar. Selain itu, beberapa bagian badan jalan dilaporkan hilang akibat tertimbun material atau terbawa arus banjir.
Untuk menjaga konektivitas sementara, masyarakat bersama relawan, pemerintah daerah, dan unsur TNI Angkatan Darat
membuka jalur alternatif. Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan dan mobilisasi alat berat tetap berjalan.
Pemerintah Percepat Pemulihan Infrastruktur di Gayo Lues
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur konektivitas menjadi prioritas utama
pascabencana di wilayah Sumatera. Pemerintah berfokus membuka akses darat agar bantuan dan peralatan
dapat masuk dengan aman meski tantangan di lapangan masih besar.
Data Kementerian PU mencatat terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional
serta 14 jembatan putus di Aceh. Penanganan dilakukan melalui pengisian agregat dan aspal pada jalan amblas,
pemasangan bronjong dan geotekstil, pembangunan Tuna55 dinding penahan tanah, hingga penutupan dan pemadatan kembali area longsoran.