Investigasi internal tengah berlangsung di tubuh MoneyHero Group setelah perusahaan menerima sejumlah pengaduan karyawan yang menyasar ketua dewan direksi, Kenneth Chan. Laporan ini muncul di tengah fase transformasi besar yang sedang dijalani perusahaan fintech tersebut.
Pengaduan pertama diajukan pada November 2025 melalui mekanisme resmi perusahaan dan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim investigasi hukum. MoneyHero melibatkan penasihat hukum internal serta firma hukum eksternal untuk menjaga objektivitas proses. Beberapa pekan kemudian, laporan tambahan datang dari karyawan level manajerial.
Menanggapi tuduhan tersebut, Chan dilaporkan telah menyampaikan bantahan internal dan mendistribusikan klarifikasinya kepada jajaran manajemen senior. Meski begitu, baik pihak perusahaan maupun Chan menolak memberikan komentar resmi ke publik.
Dalam pernyataan singkatnya, MoneyHero menekankan komitmen terhadap tata kelola perusahaan dan perlindungan saluran pelaporan karyawan. Perusahaan menyatakan bahwa setiap pengaduan akan ditinjau sesuai prosedur yang berlaku, tanpa memandang posisi pihak yang terlibat.
Ketegangan internal ini terjadi di tengah upaya pemulihan kinerja pasca-IPO. MoneyHero tercatat di Nasdaq sejak 2023 setelah merger dengan Bridgetown Holdings, yang didukung oleh Peter Thiel dan Richard Li. Chan, yang juga eksekutif senior di Pacific Century Group, sempat memimpin perusahaan sebagai CEO sementara sebelum posisi tersebut diisi secara permanen.
Secara finansial, arah perusahaan dinilai semakin positif. Kerugian bersih berkurang tajam, pendapatan menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak kuartal pertama 2025, dan struktur biaya semakin ramping. Manajemen menargetkan pencapaian EBITDA positif untuk pertama kalinya sejak menjadi perusahaan publik.
MoneyHero mengelola berbagai situs tuna55 perbandingan produk keuangan, termasuk Seedly dan SingSaver, yang melayani pengguna di sejumlah pasar Asia. Dengan fokus pada asuransi, pengelolaan kekayaan, serta pemanfaatan AI untuk efisiensi operasional, perusahaan berharap dapat menuntaskan fase transformasi dan bergerak menuju profitabilitas berkelanjutan, meski tantangan tata kelola masih membayangi.