Kebakaran besar melanda sebuah pusat perbelanjaan bertingkat di Karachi, kota pelabuhan terbesar di selatan Pakistan. Insiden yang terjadi pada akhir pekan ini menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menjalankan tugas.
Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu malam (17/1/2026) di pusat perbelanjaan Gul Plaza. Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian gedung akibat banyaknya toko yang menyimpan barang mudah terbakar, seperti kosmetik, pakaian, dan produk berbahan plastik. Informasi ini disampaikan Kepala Petugas Penyelamat Kota Karachi, Abid Jalal Sheikh, seperti dikutip dari laporan Associated Press.
Sheikh menjelaskan bahwa sekitar 75 persen kobaran api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas membutuhkan tambahan waktu sekitar empat hingga enam jam untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan. Dari bangunan berlantai empat yang dilengkapi area basement dan menampung sekitar 1.200 toko, tim penyelamat telah menemukan lima jenazah, sementara satu korban lainnya adalah petugas pemadam kebakaran.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa masih ada kemungkinan sejumlah orang terjebak di dalam bangunan yang terdampak kebakaran tersebut.
Rekaman televisi setempat memperlihatkan puluhan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api dengan perlengkapan pelindung lengkap. Asap hitam tebal tampak membumbung dari gedung yang mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian struktur bangunan dilaporkan ambruk akibat ganasnya kobaran api.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Otoritas setempat menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap sumber api dan memastikan ada tidaknya unsur kelalaian.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa. Ia juga menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mengerahkan sumber daya maksimal guna mencegah bertambahnya korban.
Karachi, yang merupakan ibu kota Provinsi Sindh, memiliki sejarah panjang insiden kebakaran fatal. Sejumlah peristiwa serupa kerap dikaitkan dengan lemahnya standar keselamatan bangunan Tuna55 serta maraknya konstruksi ilegal. Pada November 2023, kebakaran di pusat perbelanjaan lain di kota ini menewaskan 10 orang dan menyebabkan 22 orang luka-luka.