You are currently viewing Mengikuti Arahan Prabowo, Pemkot Depok Tertibkan Baliho, Gentengnisasi, dan Kebersihan

Mengikuti Arahan Prabowo, Pemkot Depok Tertibkan Baliho, Gentengnisasi, dan Kebersihan

Mengikuti Arahan Prabowo, Pemkot Depok Tertibkan Baliho, Gentengnisasi, dan Kebersihan

Pemerintah Kota Depok mengambil langkah tegas dan terukur dalam menata wajah kota dengan menertibkan baliho liar, mendorong program gentengnisasi, serta memperkuat budaya kebersihan lingkungan. Kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan daerah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya ketertiban, estetika, dan kesehatan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Langkah tersebut dijalankan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kota Depok bersama aparat terkait, komunitas warga, serta pelaku usaha. Tujuannya jelas: menciptakan ruang kota yang rapi, aman, dan nyaman, tanpa mengabaikan aspek keadilan sosial dan partisipasi publik.

Penertiban Baliho Demi Tata Kota Depok yang Rapi

Penertiban baliho menjadi prioritas awal karena keberadaannya kerap melanggar aturan zonasi, mengganggu keselamatan pengguna jalan, dan merusak estetika kota. Pemkot Depok melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap baliho yang tidak berizin, kemudian menertibkannya secara bertahap dan humanis.

Upaya ini bukan semata-mata penegakan aturan, melainkan juga edukasi kepada pelaku usaha agar mematuhi ketentuan reklame. Pemerintah menyediakan kanal perizinan yang lebih transparan serta lokasi pemasangan yang sesuai, sehingga kepentingan promosi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban umum.

Gentengnisasi untuk Lingkungan Lebih Sehat

Selain baliho, Pemkot Depok mendorong program gentengnisasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian. Program ini menitikberatkan pada penggantian atap rumah yang tidak layak—seperti asbes—dengan genteng yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Gentengnisasi dinilai berdampak langsung pada kesehatan warga, terutama dalam menekan risiko penyakit akibat material berbahaya. Di sisi lain, program ini turut memperbaiki tampilan permukiman, meningkatkan kenyamanan termal rumah, serta memperkuat ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem.

Penguatan Budaya Kebersihan dan Partisipasi Warga

Aspek kebersihan menjadi pilar penting berikutnya. Pemkot mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber, memperluas fasilitas bank sampah, dan menggalakkan kerja bakti rutin di lingkungan permukiman. Kampanye kebersihan juga digencarkan melalui sekolah, komunitas, dan ruang publik.

Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah Tuna55 mendorong kolaborasi dengan RT/RW dan relawan lingkungan agar kebiasaan hidup bersih tertanam secara berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi dan insentif yang tepat, kebersihan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai budaya bersama.

Menuju Depok yang Tertib, Sehat, dan Berdaya Saing

Penertiban baliho, gentengnisasi, dan penguatan kebersihan menunjukkan keseriusan Pemkot Depok dalam menjawab arahan nasional secara konkret. Kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup warga, meningkatkan daya tarik kota, serta memperkuat identitas Depok sebagai kota yang tertib dan berkelanjutan.

Ke depan, konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan publik akan menentukan dampak jangka panjangnya. Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat, Depok berpeluang menjadi contoh penataan kota yang efektif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Leave a Reply