You are currently viewing Pisa Semakin Dekat ke Jurang Degradasi

Pisa Semakin Dekat ke Jurang Degradasi

Pisa harus berjuang keras untuk meraih hasil imbang 2-2 melawan Udinese dalam laga penuh drama di Stadion Bluenergy. Meski berhasil membawa pulang satu poin, Nerazzurri tetap belum menemukan solusi dari paceklik kemenangan yang kini telah berlangsung sembilan pertandingan (4 seri, 5 kalah).

Datang ke laga ini, Pisa berada dalam situasi genting. Mereka menempati posisi juru kunci klasemen Serie A dan sangat membutuhkan kemenangan untuk keluar dari tekanan. Pasukan Alberto Gilardino sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Matteo Tramoni membuka keunggulan pada menit ke-13 lewat tembakan keras yang meluncur ke sudut kanan atas gawang. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama—enam menit kemudian, Christian Kabasele mencetak gol penyeimbang lewat sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Nicolo Zaniolo.

Setelah gol tersebut, tempo permainan relatif menurun. Kedua tim tampak berhati-hati dan tidak menunjukkan ambisi besar untuk mengambil alih keunggulan. Namun situasi berubah di penghujung babak pertama ketika Udinese mendapat penalti setelah Mehdi Léris dinilai melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Keinan Davis yang menjadi eksekutor tampil tenang dan sukses menipu kiper dengan mengarahkan bola ke sudut kanan bawah.

Memasuki babak kedua, Pisa tampil lebih agresif dengan dominasi penguasaan bola. Meski demikian, serangan yang mereka bangun kerap buntu dan tak cukup mengancam gawang Maduka Okoye. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Henrik Meister memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper setelah sundulan jarak dekat Gabriele Piccinini dan mengubah skor menjadi 2-2.

Walau tampil dominan setelah jeda, Pisa kesulitan mencari gol ketiga yang bisa memberi mereka kemenangan perdana setelah sekian lama. Hasil imbang ini pun belum mampu meringankan tekanan yang menghantam skuad Gilardino, karena mereka masih terbenam di dasar klasemen Serie A.

Di sisi lain, Udinese gagal memanfaatkan kesempatan untuk mendekati papan atas. Mereka tetap tertinggal tujuh poin dari Como yang berada di peringkat keenam, terlebih enam tim di atas mereka memiliki tabungan satu pertandingan lebih sedikit. Tuna55

Leave a Reply